Harta nasional
Sanjō Wasan
periode Kamakura
3 jilid
Tinta di atas kertas
27,3 × 20 cm
Artikel ini dapat dibaca dalam 2 menit.

Doa menjadi hidup
di antara baris-baris tulisan
Sanjō Wasan, secara harfiah berarti “Tiga Kitab Kidung Buddha Jepang”, ditulis oleh Shinran pada pertengahan abad ke-13. Ketiga jilid tersebut berisi syair pujian umum, penghormatan kepada para tokoh besar Buddhisme di masa lampau, dan syair tentang Buddhisme dari masa ke masa. Setiap syairnya cukup singkat, dan masih dinyanyikan hingga saat ini. Misalnya, syair berikut menggambarkan Amida Nyorai, Buddha Cahaya dan Kehidupan Abadi.
Cahayanya lebih benderang dari benda-benda langit;
Karena itu, Amida disebut “Cahaya yang Melampaui Matahari dan Bulan”.
Bahkan pujian Shakyamuni pun tak mampu menuturkan seluruh kebajikan-Nya,
Maka, bersandarlah kepada-Nya, Sang Tiada Banding.
Tiga Volume
Jōdo Wasan (Kidung Tanah Murni) terdiri dari 118 bait dan ditulis sekitar tahun 1248. Kōso Wasan (Kidung Para Guru Tanah Murni), terdiri dari 119 bait dan diperkirakan ditulis sekitar tahun 1248. Shōzōmappō Wasan (Kidung Zaman Dharma) ditulis sekitar tahun 1257 dan terdiri dari 116 bait.
Shinbutsu Shōnin
Shinbutsu (1209–1258) adalah kepala biksu kedua dari Kuil Senjuji, kuil utama dari aliran Jōdo Shinshū Takada. Dia adalah murid langsung dari Shinran Shōnin (1173–1263) dan mewarisi ajaran suci dari gurunya. Shinbutsu memperkuat dasar doktrin aliran tersebut dan memperkuat kehadiran aliran Takada di wilayah Kanto.
Shinran Shōnin
Shinran Shōnin (1173–1263), juga dikenal sebagai Kenshin, adalah pendiri aliran Buddha Jōdo Shinshū (Tanah Murni Sejati). Setelah menjalani pelatihan asketis di Gunung Hiei, dia mempelajari senju nenbutsu, yaitu pengucapan nama Buddha secara eksklusif, di bawah bimbingan Hōnen (1133–1212). Pada tahun 1207, dia diasingkan bersama murid-murid Hōnen lainnya oleh istana kekaisaran, yang takut akan pengaruh Hōnen. Shinran melakukan pekerjaan misionaris di wilayah Echigo dan Kanto dan menguraikan keyakinan pada Buddha Amida dalam karya besarnya, yaitu Kyōgyō Shinshō (Pengajaran, Praktik, dan Pencerahan). Dia mengajarkan keselamatan melalui iman dan membawa reformasi pada Buddhisme Jepang.
Silakan jawab kuesioner kami.
Perkiraan waktu: 30 detik