Properti Kebudayaan Penting

Gerbang Taikomon

1861 (akhir Periode Edo)
Panjang: 19,9 m
Lebar: 5,5 m
Empat tingkat
irimoya-zukuri
hongawara-buki

Artikel ini dapat dibaca dalam 2 menit.

太鼓門

Detak sejarah
yang menandai setiap waktu

Menara tiga lantai di atas gerbang ini menyimpan drum taiko besar. Di kedua sisi gerbang terdapat ruangan yang digunakan untuk penyimpanan dan tempat penjaga gerbang berjaga. Drum di menara digunakan oleh penjaga gerbang untuk menandai waktu, mirip dengan lonceng gereja di Eropa abad pertengahan.

Sebelum Jepang mengadopsi praktik penunjuk waktu Barat pada tahun 1872, masyarakat Jepang menggunakan jam temporal. Waktu siang dan malam masing-masing dibagi menjadi 6 jam, yang panjangnya bervariasi sesuai musim. Setiap jam, penjaga drum akan naik ke menara dan memukul drum untuk memberi tahu para biksu kuil dan penduduk kota tentang waktu.

Meskipun tidak ada yang tahu pasti kapan menara ini dibangun atau pertama kali digunakan untuk penunjuk waktu, catatan menunjukkan bahwa menara ini telah digunakan sejak tahun 1712. Ilustrasi dari tahun 1762 menunjukkan gerbang dengan menara satu lantai, dan terdapat catatan dari tahun 1861 yang berisi usulan untuk menambah menara menjadi tiga tingkat. Jarang sekali ada menara drum setinggi tiga lantai seperti ini.

Menara ini masih digunakan, tetapi hanya setahun sekali. Drum dibunyikan satu jam sebelum Hōonkō, yakni upacara peringatan tahunan untuk Shinran pada hari peringatan wafatnya. Meskipun drum taiko asli telah diganti dengan yang baru, drum penunjuk waktu yang lama masih disimpan. Menurut inskripsi di dalam drum, benda itu dibuat pada tahun 1729 dan telah diperbaiki sebanyak tiga kali. Drum ini merupakan peninggalan berharga kuil.

Silakan jawab kuesioner kami.

Perkiraan waktu: 30 detik

Kuesioner

Silakan berikan penilaian terhadap halaman warisan budaya ini (Total 4 pertanyaan)

1/4

Panduan audio

0:00 0:00