Properti Kebudayaan Penting
Korespondensi Shinran
periode Kamakura
10 gulungan
Tinta di atas kertas
Artikel ini dapat dibaca dalam 2 menit.

Kata-kata biksu suci
yang ditulis untuk para muridnya
Buku ini berisi kumpulan surat dari biksu Shinran (1173–1263) kepada para muridnya. Sepuluh surat dari koleksi tersebut disimpan di Kuil Senjuji, tujuh di antaranya merupakan tulisan tangan Shinran sendiri. Koleksi ini juga termasuk salinan karyanya, Gyakutoku myōgō jinen hōni gosho, yang ditujukan kepada muridnya, Kenchi (1226–1310), beserta dua naskah tambahan.



Surat-surat ini terutama merupakan korespondensi antara Shinran, yang tinggal menyendiri di Kyoto, dengan para muridnya di wilayah Kanto. Sebagian besar berisi jawaban beliau terhadap pertanyaan-pertanyaan seputar doktrin Buddha. Meskipun ditulis dalam bentuk surat pribadi, isinya dianggap sebagai doktrin resmi aliran Jōdo Shinshū dan diedarkan di antara para muridnya untuk disalin. Beberapa surat, seperti “Jinen Hōni”, mengungkapkan pemikiran doktrinal Shinran sendiri, menjadikannya sumber yang sangat berharga untuk penelitian dalam sejarah keagamaan dan filsafat Buddha.



tatanan alam
Inilah konsep inti dari Jōdo Shinshū sebagaimana yang diajarkan oleh Shinran Shōnin (1173–1263). Ide ini mendorong seseorang untuk “membiarkan segala sesuatu terjadi secara alami sesuai dengan hukum Buddha.” Ini berarti melepaskan diri dari hal-hal buatan dan mempercayakan diri kepada kekuatan penyelamatan Buddha Amida.

Doktrin Shinshū
Ini merujuk pada sistem ajaran dari aliran Buddha Jōdo Shinshū, yang didirikan oleh Shinran Shōnin (1173–1263).
Kanto
Sebuah wilayah geografis di Jepang. Ini merujuk pada dataran di bagian timur Honshu dan daerah sekitarnya.
naskah
Menunjukkan buku atau dokumen yang disalin dengan tulisan tangan, atau tindakan menyalin itu sendiri.
Kenchi Shōnin
Kenchi (1226–1310) adalah kepala biksu ketiga dari Kuil Senjuji, kuil utama dari aliran Jōdo Shinshū Takada. Dia meneruskan tradisi keagamaan Shinbutsu Shōnin (1209–1258), seorang murid dari Shinran (1173–1263). Dia melakukan pekerjaan misionaris di Jepang bagian timur, menyelenggarakan ceramah keagamaan, dan terlibat dalam pembangunan Mausoleum Ōtani di Kyoto, tempat Shinran dimakamkan.
Shinran Shōnin
Shinran Shōnin (1173–1263), juga dikenal sebagai Kenshin, adalah pendiri aliran Buddha Jōdo Shinshū (Tanah Murni Sejati). Setelah menjalani pelatihan asketis di Gunung Hiei, dia mempelajari senju nenbutsu, yaitu pengucapan nama Buddha secara eksklusif, di bawah bimbingan Hōnen (1133–1212). Pada tahun 1207, dia diasingkan bersama murid-murid Hōnen lainnya oleh istana kekaisaran, yang takut akan pengaruh Hōnen. Shinran melakukan pekerjaan misionaris di wilayah Echigo dan Kanto dan menguraikan keyakinan pada Buddha Amida dalam karya besarnya, yaitu Kyōgyō Shinshō (Pengajaran, Praktik, dan Pencerahan). Dia mengajarkan keselamatan melalui iman dan membawa reformasi pada Buddhisme Jepang.
MOVIE
Rasakan kehadirannya
melalui video.
Video narasi yang menampilkan Korespondensi Shinran. Dapatkan gambaran yang lebih dalam tentang keindahan properti ini dengan menonton videonya.
Durasi: (Audio akan diputar)
Silakan jawab kuesioner kami.
Perkiraan waktu: 30 detik